Jatah Pahala
Ada sebuah pikir yang tak lagi sama sejak sekembali saya dari esdua. Bukan pikiran yang berat-berat seperti isu liberalisme kok, hanya pemikiran sederhana tentang tumpukan piring kotor di dapur saja. Dulu, sebelum merantau saya melihat piring-piring itu sebagai beban yang kadang dengan sengaja saya hindari. Secepat mungkin kabur dari dapur setelah meletakkan piring bekas makan sebelum disuruh untuk mencuci piring atau sengaja melambat-lambatkan makan sehingga mamak selesai duluan dan mencuci piring sehingga saya bisa nitip piring kotor saya. Tapi tidak selalu begitu kok, kadang kalau kumat rajin saya sangat bahagia bisa membersihkan piring-piring itu bahkan sampai mengelap bagian dapur yang lain. Ya tapi itu hanya ketika kumat yang tak sering terjadi dan tak bisa diprediksi. Well, sekarang pandangan saya jadi berbeda. Akhir-akhir ini piring kotor itu akan tinggal begitu saja sampai pagi jika saya tak menyentuhnya. Usia mamak sudah agak senja. Jadi mamak seringkali membiarkannya beg...