Posts

Showing posts with the label renungan islam

Sakit Hati, mbak?!

Hidup ini selalu saja menawarkan dua sisi, baik dan tidak. Begitu juga tentang orang-orang yang sikapnya membuat kita sakit hati. Kehadiran mereka dalam hidup kita seperti dua sisi mata uang; bisa membawa rahmat atau malah menjadi petaka. Tetapi semua kembali lagi pada pilihan kita, tidak ada hubungannya sama sekali dengan orang yang menyakiti. Jika kita ingin mendapat pahala, tentu saja kita akan sabar dengan sikap mereka, malah tidak berniat membalas, atau bahkan sekedar berkeluh kesah kecuali pada Allah. Lebih dari itu, akan lebih baik jika kita mendoakan mereka agar bisa lebih peka dalam bergaul. Atau jika kita berani, langsung saja mengutarakan rasa hati agar saling memahami tanpa harus mencaci. Sebaliknya, justru kita bisa membawa diri dalam petaka jika kita tergoda untuk menggosipkan sikap mereka dengan dalih tak suka dan membuat luka sehingga butuh teman lain untuk bercerita fakta. Belum lagi tentang prasangka buruk yang sebagian besarnya adalah dosa. Dan seterusnya. ...

Sabar

Sabar, sebuah kata serapan dari bahasa Arab yang dalam bahasa Inggrisnya sering disebut patient . Sebuah kata sifat yang seringkali kita dengar saat kita ditimpa musibah ataupun harus menunggu sesuatu. Katanya sabar itu tidak ada batasnya karena jika berbatas, maka ia tidak lagi disebut sabar. Mungkin memang benar begitu, seperti sabarnya para rasul ulul azmi yang tetap saja masih bertahan dan malah makin bertambah keimanannya saat mereka diberikan ujian maha dahsyat. Seringkali kita menganggap kesabaran kita ada batasnya karena kita merasa tak mampu berada di level ulul azmi . Mungkin ada benarnya, tapi kadang itu sudah menjadi seperti alasan klise saat kita tak mau berusaha untuk sedikit lagi menahan diri, untuk mencoba tidak mengeluh, dan untuk selalu berusaha berfikiran positif. Memang susah sih, karena semakin besar sebatang pohon maka semakin besar pula angin yang menggoyahkannya. Begitu juga dengan sabar, semakin kita mencoba kuat, semakin besar godaan untuk menyerah. Para ...

Memangnya Kenapa Kalau Nggak Shalat?

Image
Sepohon kayu daunnya rimbun. Lebat buahnya serta bunganya... Walaupun hidup seribu tahun, kalau tak sembahyang apa gunanya... Pernah suatu ketika dek Ann berkata kepada teman dek Ann yang muslim seperti ini: “Sob, kamu itu baik, ya sejauh yang aku kenal kamu orangnya gak neko-neko dan senang berbuat kebaikan, tapi satu hal yang ga aku suka dari kamu, kamu itu, udah sebesar ini, udah mukallaf, tapi shalatnya masih bolong2” Teman dek Ann yang baik hati itu pun tidak berkelit dengan apa yang dek Ann katakan barusan. Yah seperti dek Ann baru saja bilang, dia memang orang yang baik, jujur pula. Namun dek Ann tau, meski dia merasa tanpa beban mengakui bahwa shalatnya masih bolong2, jauh di dasar hatinya ada rasa malu. Dia juga menyebutkan beberapa alasan kepada dek Ann kenapa ia demikian, yang ya pada akhirnya dek Ann tetap tidak terima namun dek Ann mencoba menjelaskan kepadanya kenapa dek Ann tidak setuju dengan alasan-alasannya. “Sob, kita ini muslim, memang kita muslim keturunan, ...

Hakikat Cinta, Ketaatan, dan Buah Kesabaran (Sebuah Renungan Idul Qurban)

Hari ini dek Ann banyak membaca dan mendengar tentang kisah Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS, anaknya. Kisah inilah yg melatarbelakangi ibadah Qurban. Tadi pagi khutbah shalat Ied nya juga tentang pengorbanan ini, buka twitter ada yg ngeretweet tulisan pak Anies Baswedan tentang kisah ini, barusan buka Facebook juga ada yg posting tentang kisah taqwa yg luar biasa antara ayah-anak ini. Betapa luar biasanya ketaatan dan ketaqwaan kedua lelaki yang terpaut ikatan darah ini. Betapa kompaknya mereka dalam keyakinan mematuhi perintah Tuhan. Betapa teguhnya pendirian walaupun datang bertubi-tubi godaan setan. Nabi Ibrahim taat menerima perintah Allah untuk melepaskan seorang pemuda yang sangat dicintainya, yang dulu sangat dinanti kelahirannya selama bertahun-tahun, dan yang kemudian ketika lahir dan besar tumbuh menjadi pribadi yg luar biasa. Bahkan tidak hanya sekedar melepaskan, beliau sendiri yg harus mengeksekusi proses pelepasan itu, dengan cara penyembelihan pula. Subhaanallaah! Begit...

Renungan

Di saat kami masih diberi kenikmatan bebasnya menjalankan keislaman, ada saudara2 muslim di belahan dunia lain sedang berjihad dan menahan peluru demi memperjuangkan Islam  sementara kami masih saja terkadang enggan utk menjalankannya secara kaffah, mempertanyakan hukum yang sudah jelas, melambatkan taubat, bermain-main dengan yg syubhat, seenak hati bermain kata logika tanpa berusaha mencari ilmu tentangnya hanya untuk membenarkan kebiasaan, dan atau galau dengan dunia yang fana. Astaghfirullaahal'adhim. Di saat ribuan ruh manusia sedang tersenyum meraih syurga, kami juga sibuk tersenyum memikirkan si dia yang belum jelas statusnya atau malah marah kenapa seakan hidup kami paling sengsara di dunia padahal di Mesir, Palestina, Syria, Rohingya, banyak yang sedang meregang nyawa, akankah masih ada nafas untuk semenit ke depan, tidak sempat untuk berangan2 masa depan keduniaan seperti yang kebanyakan kami lakukan. Allaahu rabbi.. Iman ini kadang naik turun akibat kelalaian diri, pad...