Ada Apa Dengan Cinta
Ada Apa Dengan Cinta
Bagi penikmat drama Indonesia kelahiran 90-an pasti sudah tidak asing lagi dengan empat kata di atas, sebuah judul film yang diperankan oleh Dian Sastro dan Nicholas Saputra. Menceritakan kisah Cinta yang akhirnya memutuskan mengejar Rangga ke bandara, mengutarakan seluruh rasa yang telah berubah dari benci menjadi suka, hingga bersedia menunggu meski berpuluh purnama harus dihitungnya.
Ada apa dengan cintaku? Aku pun tak mampu menjawabnya. Dalam usia seperempat abadku, setiap orang yang kutemui rasanya semakin penasaran saja dengannya. Belum lagi yang berusaha memaksakan saran mereka tanpa mencoba mengerti bagaimana keadaan diri ini atau membiarkanku mencari jawabnya sendiri, dan itu seringkali datang dari orang-orang terdekat yang katanya peduli padaku.
Tak ada kisah seperti Rangga dan Cinta yang bisa kuceritakan pada mereka, karena ini bukan drama melainkan kisah nyata yang lebih banyak tantangannya dan tak selesai dalam satu atau dua jam saja. Alurnya lebih berliku, orang-orang yang terlibat di dalamnya juga belum diketahui siapa pemeran utama dan siapa yang figuran saja.
Ada apa dengan cinta? Kenapa kita kadang harus jatuh cinta kepada beberapa orang yang salah sampai benar-benar bertemu dengan seseorang yang telah ditakdirkan itu? Kenapa kadang bahkan cinta itu seakan bermain api sehingga mendatangkan bahaya yang jika tak cepat dicegah bisa membawa durjana?
Ada apa dengan cinta? Sebuah anugerah rasa terindah dari Yang Maha Kuasa yang karenanya dunia ini terasa penuh makna dan warna hingga kadang tak ada lagi batas antara suku, bangsa, bahkan agama.
Hanya Allah lah pemilik seluruh rasa dan kuasa atas tiap-tiap manusia, maka terkadang memang kita harus bertanya-tanya dengan segala macam perihal termasuk cinta lantas berdoa agar cinta yang kita rasa bisa mendapatkan ridha-Nya, di dunia dan di surga.
Bagi penikmat drama Indonesia kelahiran 90-an pasti sudah tidak asing lagi dengan empat kata di atas, sebuah judul film yang diperankan oleh Dian Sastro dan Nicholas Saputra. Menceritakan kisah Cinta yang akhirnya memutuskan mengejar Rangga ke bandara, mengutarakan seluruh rasa yang telah berubah dari benci menjadi suka, hingga bersedia menunggu meski berpuluh purnama harus dihitungnya.
Ada apa dengan cintaku? Aku pun tak mampu menjawabnya. Dalam usia seperempat abadku, setiap orang yang kutemui rasanya semakin penasaran saja dengannya. Belum lagi yang berusaha memaksakan saran mereka tanpa mencoba mengerti bagaimana keadaan diri ini atau membiarkanku mencari jawabnya sendiri, dan itu seringkali datang dari orang-orang terdekat yang katanya peduli padaku.
Tak ada kisah seperti Rangga dan Cinta yang bisa kuceritakan pada mereka, karena ini bukan drama melainkan kisah nyata yang lebih banyak tantangannya dan tak selesai dalam satu atau dua jam saja. Alurnya lebih berliku, orang-orang yang terlibat di dalamnya juga belum diketahui siapa pemeran utama dan siapa yang figuran saja.
Ada apa dengan cinta? Kenapa kita kadang harus jatuh cinta kepada beberapa orang yang salah sampai benar-benar bertemu dengan seseorang yang telah ditakdirkan itu? Kenapa kadang bahkan cinta itu seakan bermain api sehingga mendatangkan bahaya yang jika tak cepat dicegah bisa membawa durjana?
Ada apa dengan cinta? Sebuah anugerah rasa terindah dari Yang Maha Kuasa yang karenanya dunia ini terasa penuh makna dan warna hingga kadang tak ada lagi batas antara suku, bangsa, bahkan agama.
Hanya Allah lah pemilik seluruh rasa dan kuasa atas tiap-tiap manusia, maka terkadang memang kita harus bertanya-tanya dengan segala macam perihal termasuk cinta lantas berdoa agar cinta yang kita rasa bisa mendapatkan ridha-Nya, di dunia dan di surga.
Comments
Post a Comment