Bercanda Tidak Se-Bercanda Itu
Udah luamaaaa kali ngga nulis blog, pantesan kek rada-rada ada yang kurang selama ini, kering rasanya kalo ngga meluapkan isi hati dan otak ke dalam bentuk tulisan non ilmiah. Berhubung sekarang hati dan otak lagi berkecamuk parah, mari kita gas tulisan yang satu ini. Pernah ngga sih kalian dituduh untuk sesuatu yang ngga kalian banget, dan itu bikin nyesek? Lebih memuakkan lagi ketika ditegur, yang bersangkutan malah bilang cuma bercanda.. c-u-m-a b-e-r-c-a-n-d-a. Lalu aku mulai mencerna kembali apakah benar cuma bercanda, atau itu hanya dalih untuk menutupi kesalahan yang sudah terlanjur dikerjakan. Perkara "ce u em a be e er ce a en de a" itu sering kali dijadikan kata-kata keramat orang-orang yang ngga mau bertanggung jawab. Seolah korbannya adalah orang yang baperan dan sensitif melebihi dewa sehingga tidak bisa dibercandai. Hello.....?! Bercanda pun ada definisinya, intonasinya, waktunya, dan seterusnya. Jangan kamu jadikan alasan cuma bercanda untuk merasa maha benar,...